Penelitian Ilmiah Melalui Kolaborasi Internasional
Sebuah inisiatif penelitian yang melibatkan Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University, Wellness USA dan PrimaFit Indonesia mempertemukan dunia akademik, teknologi wellness dan kolaborasi industri internasional untuk mengkaji pendekatan baru dalam penelitian prediabetes.
Penelitian ini mengangkat judul “Phase IIA Pilot Randomized Controlled Trial Proposal: Hyperthermic Pod Intervention in Prediabetes (Multicenter: Jakarta)” dan dirancang untuk mengkaji penggunaan COCOON Fitness Pod sebagai intervensi hyperthermic conditioning pada individu dengan kondisi prediabetes.
Wellness USA, perusahaan asal Amerika Serikat yang mengembangkan dan memproduksi COCOON Fitness Pod, mendukung penelitian ini melalui hibah perangkat COCOON serta dukungan pendanaan untuk pemeriksaan penelitian, sebagaimana dijelaskan oleh tim peneliti. PrimaFit Indonesia turut mendukung kolaborasi ini dengan menghubungkan teknologi wellness dari Wellness USA dengan inisiatif penelitian Universitas Esa Unggul.
Kolaborasi ini mencerminkan pentingnya menggabungkan penelitian ilmiah, perkembangan teknologi dan kemitraan institusi untuk mengeksplorasi pendekatan baru terhadap tantangan kesehatan masyarakat.
Mengapa Penelitian Prediabetes Penting di Indonesia?
Prediabetes merupakan kondisi ketika kadar gula darah seseorang berada di atas batas normal, tetapi belum mencapai kriteria diagnosis diabetes. Walaupun belum termasuk diabetes, kondisi ini merupakan indikator kesehatan metabolik yang perlu diperhatikan dan dikelola dengan tepat.
Skala permasalahan ini di Indonesia cukup besar. Sebuah analisis yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Open pada tahun 2025, berdasarkan Indonesia National Health Survey tahun 2013, 2018 dan 2023, memperkirakan prevalensi prediabetes pada penduduk berusia 15 tahun ke atas mencapai 39,2% pada tahun 2023.
Meskipun persentase prevalensinya menurun dari 44,5% pada tahun 2013, estimasi jumlah absolut orang dengan prediabetes justru meningkat dari 73,6 juta menjadi 83,1 juta selama periode tersebut.
Temuan ini menunjukkan bahwa penelitian, pemeriksaan dini dan strategi pencegahan berbasis bukti tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat Indonesia.
Bagi tim peneliti Universitas Esa Unggul, tujuan penelitian ini adalah mengkaji apakah paparan panas terkontrol melalui hyperthermic pod berpotensi menjadi salah satu pendekatan pendukung bagi individu dengan kondisi prediabetes.
.webp)
Penelitian Hyperthermic Pod Intervention in Prediabetes
Penelitian ini dirancang sebagai Phase IIA pilot randomized controlled trial proposal dengan lokasi penelitian yang direncanakan di Jakarta.
Pertanyaan utama penelitian berkaitan dengan hyperthermic conditioning, yaitu apakah paparan panas dalam kondisi terkontrol melalui COCOON Fitness Pod dapat memengaruhi respons metabolik dan indikator yang berhubungan dengan prediabetes.
Menurut Ketua Peneliti, Morri Kusuhari, tim ingin mengkaji apakah intervensi ini dapat meningkatkan aktivitas metabolik dan pengeluaran energi (energy expenditure), yang berpotensi berhubungan dengan perubahan berat badan dan glycated haemoglobin (HbA1c).
HbA1c merupakan salah satu indikator penting karena mencerminkan rata-rata kadar gula darah selama kurang lebih dua hingga tiga bulan sebelumnya. Perubahan pada indikator ini dapat memberikan informasi mengenai kondisi kesehatan metabolik seseorang.
Melalui metode penelitian ilmiah yang terstruktur, tim akan mengevaluasi kemungkinan tersebut. Potensi perubahan pada indikator metabolik, berat badan dan kondisi prediabetes masih merupakan hipotesis yang perlu diuji, bukan hasil yang sudah terbukti.
Menurut penjelasan tim peneliti, perangkat COCOON akan digunakan untuk mendukung periode penelitian selama tiga bulan.
Mengenal COCOON Fitness Pod: Teknologi di Balik Penelitian
COCOON Fitness Pod dikembangkan dan diproduksi oleh Wellness USA, perusahaan teknologi wellness asal Amerika Serikat yang berfokus pada hyperthermic conditioning, sistem infrared sauna dan integrated wellness equipment.
Berbeda dari sauna konvensional berbentuk ruangan, COCOON dirancang sebagai wellness pod berbentuk kapsul yang menggabungkan beberapa teknologi dalam satu sistem. Fitur-fiturnya meliputi:
Dual radiant infrared heat dan dry heat convection.
Integrated whole-body vibration massage.
Chromotherapy lighting dengan modul cahaya merah dan biru.
Illuminated Himalayan salt tile.
Integrated aromatherapy system.
Cooling face fan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.
FitBed exercise system untuk mendukung gerakan ringan selama sesi.
Guided wellness programs melalui touchscreen interface.
Berbagai fitur tersebut menggabungkan paparan panas dengan teknologi tambahan untuk kebutuhan wellness dan relaksasi. Pengguna dapat berbaring dengan nyaman di dalam pod, sementara bagian kepala tetap berada di luar ruang chamber.
Namun, dalam penelitian ini, COCOON Fitness Pod secara khusus digunakan sebagai bagian dari protokol intervensi hyperthermic yang sedang dikaji. Perannya adalah menyediakan paparan panas terkontrol sesuai kebutuhan penelitian, sementara fitur lainnya merupakan bagian dari desain keseluruhan perangkat.
Wellness USA memberikan perangkat tersebut sebagai hibah penelitian untuk mendukung kajian Universitas Esa Unggul. Menurut Morri Kusuhari, Universitas Esa Unggul merupakan satu-satunya universitas di Indonesia yang menerima hibah penelitian COCOON secara khusus dari perusahaan Amerika tersebut.
Pelatihan COCOON di Universitas Esa Unggul
Sebelum pelaksanaan protokol penelitian, Universitas Esa Unggul menyelenggarakan pelatihan khusus penggunaan COCOON Fitness Pod untuk seluruh tim peneliti.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 7 September 2026, di Laboratorium Home Care, Ruangan 809, Kampus Universitas Esa Unggul Jakarta.
Pelatihan dipandu oleh Manny Vanegas Jr., MBA, Vice President – Western Region, Wellness USA. Melalui demonstrasi dan praktik langsung, tim peneliti mendapatkan pemahaman mengenai pengoperasian COCOON Fitness Pod, fungsi-fungsi perangkat dan penggunaannya sesuai kebutuhan penelitian.
Manny memperkenalkan prinsip hyperthermic conditioning sekaligus mendemonstrasikan teknologi yang terintegrasi di dalam COCOON, termasuk sistem infrared dan dry heat, vibration massage, pengaturan pencahayaan dan temperatur, serta cooling face fan.
Pelatihan ini menjadi tahap persiapan penting. Konsistensi pengoperasian perangkat dan pemahaman prosedur yang sama di antara seluruh anggota tim akan membantu mendukung pelaksanaan penelitian yang terstruktur di berbagai lokasi.
Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST, MBA, IPU, ASEAN Eng., turut menekankan pentingnya kesiapan institusi dan dukungan infrastruktur penelitian.
Beliau menyampaikan bahwa, “Penelitian kesehatan membutuhkan kolaborasi, kesiapan sumber daya manusia, serta dukungan infrastruktur yang memadai.”
Dengan demikian, hibah COCOON tidak hanya memberikan dukungan berupa perangkat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kapasitas penelitian dan kolaborasi internasional.

Peran PrimaFit Indonesia dalam Mendukung Kolaborasi
PrimaFit Indonesia turut mendukung inisiatif ini dengan menghubungkan teknologi wellness dari Wellness USA dengan pasar fitness dan wellness Indonesia serta kegiatan penelitian universitas.
Sebagai distributor produk Wellness USA di Indonesia, PrimaFit telah memperkenalkan teknologi seperti COCOON Fitness Pod dan berbagai solusi infrared wellness lainnya kepada pasar lokal.
Keterlibatan ini mencerminkan komitmen PrimaFit yang lebih luas dalam memperkenalkan teknologi fitness, recovery dan wellness internasional, sekaligus mendukung inisiatif yang mengeksplorasi penerapannya melalui penelitian dan kolaborasi profesional.
Kemitraan ini juga memperlihatkan bagaimana produsen internasional, institusi akademik Indonesia dan mitra industri lokal dapat bekerja bersama dalam mengembangkan ekosistem fitness dan wellness di Indonesia.
Apa Ingin Diketahui Penelitian COCOON untuk Prediabetes?
Apa yang dikaji dalam penelitian COCOON untuk prediabetes?
Penelitian ini dirancang untuk mengkaji apakah hyperthermic conditioning melalui COCOON Fitness Pod dapat memengaruhi respons metabolik dan indikator yang berkaitan dengan prediabetes, termasuk berat badan dan HbA1c.
Di mana penelitian ini akan dilaksanakan?
Penelitian multicenter ini direncanakan melibatkan dua lokasi, yaitu Jakarta, dengan Universitas Esa Unggul sebagai institusi yang memimpin inisiatif penelitian.
Berapa lama COCOON Fitness Pod akan digunakan dalam penelitian?
Menurut Ketua Peneliti, perangkat COCOON mendapatkan hibah penggunaan untuk mendukung periode penelitian selama tiga bulan.
Apakah COCOON sudah terbukti dapat mencegah atau membalikkan diabetes?
Belum. Hal inilah yang ingin dikaji melalui penelitian tersebut. Efektivitas intervensi ini terhadap prediabetes belum terbukti melalui studi ini. Wellness USA menjelaskan bahwa COCOON merupakan sistem general wellness, fitness dan relaxation, bukan perangkat medis yang ditujukan untuk mendiagnosis, mengobati, menyembuhkan atau mencegah penyakit. Individu dengan prediabetes tetap perlu mengikuti anjuran tenaga medis dan rekomendasi kesehatan yang telah terbukti.
Siapa saja yang mendukung penelitian ini?
Inisiatif ini melibatkan Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University, Wellness USA sebagai produsen sekaligus pemberi hibah penelitian, dan PrimaFit Indonesia sebagai mitra industri lokal yang mendukung kolaborasi.
Memperkuat Masa Depan Penelitian Kesehatan di Indonesia
Kolaborasi antara Wellness USA, Universitas Esa Unggul dan PrimaFit Indonesia menjadi salah satu langkah penting dalam mengeksplorasi hubungan antara hyperthermic conditioning, teknologi wellness dan kesehatan metabolik.
Melalui hibah perangkat COCOON Fitness Pod, dukungan pendanaan untuk pemeriksaan penelitian serta pelatihan penggunaan perangkat, universitas memperkuat persiapannya untuk melaksanakan penelitian ilmiah multicenter yang melibatkan Jakarta.
Bagi Universitas Esa Unggul, inisiatif ini mencerminkan komitmen untuk mengembangkan penelitian yang relevan dengan tantangan kesehatan masyarakat melalui metode ilmiah, inovasi dan kolaborasi internasional.
Bagi Wellness USA dan PrimaFit Indonesia, kolaborasi ini membuka kesempatan untuk mendukung penelitian yang dipimpin institusi akademik dalam mengkaji teknologi yang kini dievaluasi melalui kerangka penelitian formal.
Tujuan utamanya tetap berlandaskan ilmu pengetahuan: menghasilkan bukti ilmiah, mengevaluasi intervensi yang dirancang dan memahami apakah hyperthermic conditioning berpotensi memiliki peran dalam penelitian kesehatan metabolik di masa depan.
Hasil penelitian nantinya akan menjadi dasar untuk memahami kontribusi teknologi ini serta menentukan kebutuhan penelitian lanjutan.
Jelajahi PrimaFit Solutions untuk mengetahui lebih lanjut mengenai solusi fitness, recovery dan wellness PrimaFit, serta bagaimana teknologi wellness internasional diperkenalkan ke Indonesia melalui kemitraan industri lokal.